Anak Asyik Bermain Game, Orang Tua Perlu Waspada Dampak Jangka Panjangnya
Jumat, 26 Desember 2025 | 22:04 WIB
Serang — Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan anak-anak. Salah satunya terlihat dari kebiasaan bermain game yang kini semakin mudah diakses melalui ponsel, tablet, maupun komputer. Tak jarang, anak-anak menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar tanpa disadari oleh orang tua.
Fenomena anak bermain game sebenarnya tidak selalu berdampak negatif. Beberapa jenis permainan digital terbukti mampu melatih konsentrasi, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah. Anak juga dapat belajar bekerja sama melalui game berbasis tim yang menuntut strategi dan komunikasi.
Namun, jika tidak dikendalikan, kebiasaan bermain game berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak serius. Anak berisiko mengalami kecanduan, penurunan prestasi akademik, hingga gangguan kesehatan seperti kelelahan mata, kurang tidur, dan minimnya aktivitas fisik. Selain itu, interaksi sosial anak di dunia nyata juga bisa terganggu karena lebih fokus pada dunia virtual.
Dari sisi psikologis, anak yang terlalu sering bermain game berpotensi mengalami perubahan emosi, mudah marah, serta sulit mengendalikan diri saat dilarang berhenti bermain. Kondisi ini dapat memicu konflik antara anak dan orang tua, bahkan memengaruhi perkembangan karakter anak dalam jangka panjang.
Para ahli pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak. Pembatasan waktu bermain, pemilihan jenis game yang sesuai usia, serta pendampingan saat anak bermain menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak negatif.
Dengan pengawasan dan pengelolaan yang tepat, game dapat menjadi sarana hiburan sekaligus pembelajaran. Namun tanpa kontrol yang jelas, kebiasaan bermain game justru dapat menghambat tumbuh kembang anak. Kesadaran orang tua dan lingkungan sekitar menjadi kunci agar anak tetap tumbuh sehat, seimbang, dan berprestasi di era digital.***
Penulis