Kentang Penyelamat Nasi Kelembekan? Ini Dia Faktanya!
Kalian pernah dengar nggak sih kalau nasi kelembekan bisa diselamatkan dengan cara taruh kentang diatasnya, lalu dimasak lagi supaya nasi kembali normal?
Pernah kepikiran nggak, sebenernya trik ini beneran worth it atau cuma mitos aja? Kenapa ya kentang bisa bikin nasi jadi lebih ‘normal’ lagi? Dan kira-kira, selain kentang ada nggak sih bahan lain yang bisa dipakai? Nahh, daripada penasaran, ayok baca penjelasan ini sampai habis!
Nasi bisa jadi lembek karena proses pati yang ada di dalam beras saat dimasak. Di dalam beras terdapat dua jenis pati utama, yaitu amilosa dan amilopektin. Kedua pati ini sifatnya bisa menyerap air. Kalau air yang dipakai sesuai takaran, maka pati dalam beras akan menyerap air secukupnya sehingga hasilnya jadi nasi pulen, lembut, tapi tetap berbentuk butir. Tapi kalau airnya kebanyakan, pati di dalam beras akan menyerap terlalu banyak air, sehingga butiran beras pecah dan struktur nasi jadi nggak kuat. Akhirnya teksturnya lembek bahkan hampir mirip bubur.
Terus kenapa sih kentang bisa bantu nasi yang kelembekan? Apa hubungannya nasi dengan kentang? Jawabannya ada di kandungan kentang itu sendiri. Sama seperti beras, kentang juga mengandung banyak pati. Nah, waktu kentang dimasukkan ke dalam nasi yang terlalu banyak air lalu dimasak lagi, pati dalam kentang akan ikut mengalami proses gelatinisasi. Artinya, butiran pati kentang
ikut menyerap air dari sekelilingnya, termasuk air berlebih yang ada di dalam nasi.
Hasilnya, sebagian air terserap ke dalam kentang sehingga nasi yang lembek tadi terasa lebih kering. Makanya banyak yang bilang kentang bisa ‘menyelamatkan’ nasi
kelembekan. Muncul pertanyaan baru, ada nggak sih bahan lain yang bisa mengatasi masalah ini selain kentang? Jawabannya: ada! Prinsipnya masih sama, yaitu menggunakan bahan yang juga mengandung pati dan bisa menyerap air, seperti roti tawar kering, singkong, atau ubi.
Selain pakai bahan tambahan, ada juga cara lain yaitu membiarkan nasi lembek tetap dipanaskan dalam kondisi terbuka, misalnya dengan membuka tutup rice cooker atau memasaknya kembali di panci dengan api kecil tanpa ditutup.