Senin, 23 Februari 2026

Warga Serua Bergerak Diam-Diam, Ratusan Biopori Disiapkan dari Rumah ke Rumah

Iklan
Warga Serua Bergerak Diam-Diam, Ratusan Biopori Disiapkan dari Rumah ke Rumah

KOTA TANGERANG SELATAN – Kesadaran warga Perumahan Bukit Nusa Indah Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dalam menjaga lingkungan terus menunjukkan geliat positif. Tanpa banyak sorotan, puluhan lubang biopori dibuat secara swadaya oleh warga sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga dari hulu.

Aksi gotong royong ini berlangsung di RT 05 dan RT 06 RW 13 Perumahan Bukit Nusa Indah. Lubang biopori dimanfaatkan sebagai media penampungan sekaligus penguraian sampah organik harian, mulai dari sisa makanan hingga dedaunan, yang selama ini kerap berujung menambah volume sampah ke tempat pembuangan.

Ketua RT setempat, Pramono Subekti, mengungkapkan bahwa rencana pembuatan biopori sebenarnya telah lama digagas. Namun, baru bisa direalisasikan saat ini berkat kesepakatan dan semangat kebersamaan warga.

“Kita selaku warga ikut berkontribusi dalam menangani sampah ini, jadi jangan dibebankan ke Pemerintah Tangsel saja, tapi kita harus bergerak. Dalam hal ini meminimalisir sampah-sampah yang ada, salah satunya dengan membuat biopori,” ujar Pramono, Selasa (6/1/2026).

Tak berhenti di situ, warga menargetkan hingga 300 lubang biopori akan dibuat secara bertahap. Setiap rumah direncanakan memiliki tiga lubang biopori dengan kedalaman sekitar satu meter. Seluruh proses pengerjaan hingga pembiayaan dilakukan secara swadaya, mencerminkan komitmen kolektif warga terhadap lingkungan.

Sebagai langkah lanjutan, warga juga tengah menyiapkan pembentukan bank sampah untuk mengelola sampah non-organik. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menekan volume sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Sehingga kalau bisa sampah itu cukup diatasi oleh warga, tidak hanya ditanggung sendiri oleh pemerintah. Mudah-mudahan Pemkot Tangsel segera mencari solusi terbaik untuk tangani masalah sampah," ungkap Pram.

Senada, salah satu warga, Zulkifli, menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, masyarakat sebagai penghasil sampah harus turut ambil peran agar persoalan klasik penumpukan sampah tidak terus berulang.

"Untuk warga Tangsel, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pemerintah tentang penumpukan sampah, tapi kita bisa lakukan secara pribadi rumah ke rumah membuat biopori untuk mengolah sampah organik di rumah," tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh warga Tangerang Selatan untuk memulai langkah sederhana dari rumah masing-masing. Dengan upaya kecil namun konsisten, warga berharap lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bukan sekadar wacana, melainkan menjadi budaya bersama.***

Iklan

Terkini