Senin, 23 Februari 2026

BRIN Gelar Pelatihan Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Hutan untuk Dukung Rehabilitasi Hutan dan Lahan Berkelanjutan di Banten

Penulis
Iklan
BRIN Gelar Pelatihan Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Hutan untuk Dukung Rehabilitasi Hutan dan Lahan Berkelanjutan di Banten

SERANG - Dalam upaya memperkuat program rehabilitasi hutan dan lahan di Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengadakan sebuah acara penting yang bertajuk "Riset dan On-site Training Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Hutan" pada hari Selasa, 13 Agustus 2024. Acara ini berlangsung di gedung aula UPT Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, yang berlokasi di Jalan Raya Mancak, Gunungsari.

Acara tersebut menjadi bagian dari kerjasama riset internasional yang melibatkan BRIN dan Bioversity International. Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat sistem penyediaan benih tanaman hutan, yang merupakan salah satu elemen kunci dalam program rehabilitasi hutan dan lahan di Indonesia.

Selain itu, acara ini juga bersinergi dengan kegiatan di UPTD Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten. Hadir dalam acara ini adalah para penyuluh, kelompok tani, praktisi pembenihan, serta berbagai stakeholder terkait, yang secara antusias berpartisipasi untuk mendalami materi tentang penanganan dan pengujian mutu benih tanaman hutan.

Vivi Yuskianti, seorang Peneliti Ahli Madya dari BRIN yang memimpin tim dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya penanganan benih yang tepat dalam mendukung keberhasilan program rehabilitasi hutan dan lahan di Indonesia.

Vivi menjelaskan bahwa kualitas benih yang digunakan akan sangat menentukan keberhasilan rehabilitasi. “Teknik penanganan benih yang tepat akan menghasilkan benih dan bibit yang berkualitas tinggi. Sebaliknya, teknik yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas benih, yang pada akhirnya akan mempengaruhi keberhasilan program rehabilitasi hutan dan lahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Vivi memaparkan mengenai tiga karakter utama dari benih tanaman hutan, yaitu benih rekalsitran, ortodoks, dan intermediate. Setiap jenis benih ini memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memerlukan teknik penanganan dan penyimpanan yang berbeda pula. “Pemahaman yang mendalam mengenai karakteristik benih sangat penting. Tidak semua benih dapat disimpan dalam waktu lama; beberapa di antaranya harus segera ditanam agar tidak mengalami kerusakan,” tambah Vivi.

Vivi juga menekankan bahwa pelatihan ini akan membantu peserta memahami jenis-jenis benih dan teknik yang sesuai untuk masing-masing jenis. "Kami berharap setelah pelatihan ini, peserta dapat menerapkan teknik penanganan dan penyimpanan yang tepat, sehingga dapat meningkatkan kualitas benih dan bibit yang digunakan dalam program rehabilitasi hutan dan lahan," ujarnya.

Iklan
Penulis

Tags

Terkini