Jalan, sebagaimana kota, adalah bagian yang tak terpisahkan dari berlangsungnya modernitas di Indonesia. Dan juga adalah representasi atas kenyataan-kenyataan sosial, politik, ekonomi, dan budaya Indonesia, sebagai negara dunia ketiga, dalam suatu tata dunia yang semakin terbuka dan terhubung satu sama lain. Bagaimana jalan-jalan di kota-kota di Indonesia disikapi, dijalani, ditinggali serta dihidupi oleh warganya juga mencerminkan bagaimana modernitas dan globalisasi disikapi dan dinegosiasi (baik dalam bentuk penerimaan, penolakan maupun penyesuaian).
Sebagai sebuah pertunjukan, Je.ja.l.an, akan menggelar kontradiksi dan kontestasi di atas itu dalam imaji-imaji ruang dan visual, akting dan tari. Je.ja.l.an akan memapar fenomena di (pinggir) jalan di kota-kota di Indonesia; tidak hanya yang tragis tetapi juga yang komis (humor), yang realistis dan juga yang simbolis hingga panci, ember, baskom berterbangan.
Pementasan ini rencananya akan digelar road show di beberapa titik Terdekat setelah Rangkasbitung. Para pangeran panggung akan berkunjung ke sanggar teater Halaman Budaya (Cibaliung) Kabupaten Pandeglang untuk memerankan lakon ini.
"Tetap semangat. Ini sudah menjadi tugas dan cita-cita kita dalam menyemai kesenian" ujar al-kadrie (ketua UKM Teater gates. (Red/Mardiana)
