KOTA SERANG, –Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang sukses menyelenggarakan Kirab dan Pentas Seni Budaya Lintas Etnis, Suku, dan Agama di kawasan Royal Baroe. Kegiatan yang sudah dilakukan beberapa kali di Indonesia ini diselenggarakan untuk menyambut bulan suci Ramadan 1447 H sekaligus merayakan Tahun Baru Imlek 2577/2026, dengan mengusung tema "Merawat Kebhinekaan, Meneguhkan Persaudaraan Lintas Agama Melalui Budaya".
Acara dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat penting, antara lain Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispenbud) Kota Serang Ahmad Nuri, Ketua FKUB Kota Serang KH Matin Syarkowi, Forkompinda Kota Serang, serta perwakilan dari agama Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan Khonghucu.
Dari lapangan terlihat antusiasme tinggi masyarakat yang mengikuti atau menyaksikan pawai budaya dari berbagai komunitas agama, membuat suasana acara semakin meriah.
Dalam sambutannya, KH Matin Syarkowi menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menegaskan identitas Kota Serang sebagai daerah yang majemuk namun tetap harmonis.
Ia mengingatkan bahwa sejarah Kesultanan Banten telah membuktikan keterbukaan masyarakat terhadap perbedaan sejak masa lampau.
"Sejak dahulu kala di Kesultanan Banten sudah hidup harmoni, saling memahami, dan saling mendukung. Bukti nyatanya adalah kejayaan Pelabuhan Internasional Karangantu yang menunjukkan betapa terbukanya masyarakat Banten," ujar KH Matin, bertempat di Royal Baroe, Minggu (15/2).
Ia menekankan bahwa keberagaman di Kota Serang bukan hanya fakta sosial semata, melainkan menjadi modal dasar bagi pembangunan daerah.
"Keberagaman ini adalah potensi untuk kita menuju Indonesia yang lebih maju. Berbeda itu indah, dan perbedaan justru menjadi daya untuk kita bersatu," tambahnya.